HUBUNGAN RIWAYAT BBLR DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS JATIWANGI
Keywords:
BBLR, ASI Ekslusif, Stunting, BalitaAbstract
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Angka kejadian stunting di indonesia yaitu sebanyak 21,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan riwayat BBLR dan pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jatiwangi.
Metode penelitian yang digunakan survey analitik (korelasional) dengan menggunakan pendekatan Case Control. Populasi sebanyak 244 Balita, didapatkan sampel sebanyak 70 Balita dengan perbandingan 1:1 (35 Balita Stunting dan 35 Balita tidak Stunting). Pengambilan sampel case menggunakan simple random sampling. Sedangkan sampel control mengggunakan sistematik random sampling. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat (Chi square)
Hasil penelitian diperoleh 35 Balita mengalami stunting. Pada kelompok Stunting Balita yang memiliki riwayat BBLR yaitu sebanyak 25 Balita (62,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif yaitu sebanyak 23 Balita (76,7%). Pada Balita tidak stunting terdapat 15 Balita yang memiliki riwayat BBLR (37,5%) dan yang tidak diberi ASI Ekslusif terdapat 7 Balita (23,3%). Ada hubungan bermakna antara Riwayat BBLR dengan kejadian Stunting dimana P Value 0,016 dan terdapat hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian Stunting dengan P Value 0,001 (P<0,05).





