HUBUNGAN LAMANYA KEMOTERAPI DENGAN RISIKO NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS PERMATA CIREBON
Keywords:
Kanker Payudara, Durasi Kemoterapi, Neuropati PeriferAbstract
Kanker payudara merupakan peyebab kematian utama pada kalangan wanita. Di indonesia masih banyak wanita yang mengidap penyakit kanker payudara dan terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan dari penyakit kanker payudara diantaranya adalah kemoterapi yang dapat memicu timbulnya neuropati perifer.
Desain penelitian menggunkan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 40 orang menggunakan Accidental sampling. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 05 mei-14 juni tahun 2024. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Permata Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa univariat yang berupa distribusi frekuensi dan analisa Bivariat menggunakan Chi-square.
Hasil penelitian lama kemoterapi ≤ 6 bulan responden berdasarkan risiko neuropati perifer untuk kategori tinggi didapatkan sebanyak hasil 2 orang responden (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 15 orang responden (93,8%), untuk kategori rendah didapatkan sebanyak 20 orang responden (100%). Lama kemoterapi ≥ 6 bulan untuk kategori tinggi didapatkan 2 orang (50%), untuk kategori sedang didapatkan sebanyak 1 orang (6,3%) dan kategori rendah sebanyak 0 orang (0%). Berdasarkan data analisis Chi-square diketahui P- Value 0,002.
Pada penelitian ini mempunyai hubungan yang signifikan Antara Hubungan Lamanya Kemoterapi Dengan Risiko Neuropati Perifer Pada Pasien Kanker Payudara. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan neuropati perifer pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi serta memberikan asuhan keperawatan sesuai yang di butuhkan oleh pasien.





